Herbalife memiliki komitmen menyediakan produk berkualitas tinggi kepada pelanggannya. Organisasi penelitian dan pengembangan Herbalife menggabungkan pengalaman para spesialis pengembangan produk di perusahaan dengan tim dokter dan ahli yang sangat berpengalaman di bidangnya. Untuk pengembangan dan penelitian produk tim ini dikepalai oleh Chief Scientific Officer Steve Henig Ph.D Tim ini didukung oleh Nutrition Advisory Board (Dewan Penasehat Gizi) yang beranggotakan para ahli di bidang nutrisi dan Scientific Advisory Board (Dewan Penasehat Ilmiah) yang beranggotakan para ahli terkemuka di bidang ilmu gizi, termasuk Lou Ignarro Ph.D, pemenang hadiah Nobel tahun 1998 untuk bidang kedokteran. Kedua dewan tersebut dikepalai oleh David Heber, MD, Ph.D., profesor kedokteran dan kesehatan masyarakat di School of Medicine University of California, Los Angeles (UCLA).
Herbalife terus mengembangkan penelitian dan pengembangan suplemen diet dan pada tahun 2003 memberi hibah kepada University of California, Los Angeles (UCLA) Center for Human Nutrition untuk mendirikan Mark Hughes Cellular and Molecular Nutrition Laboratory (Laboratorium Selular dan Molekular Mark Hughes). Tahun 2007 Herbalife memberi hibah kepada National Center for Natural Products Research di University of Mississippi School of Pharmacy untuk mengembangkan penelitian di bidang zat kimia aktif yang ditemukan dalam tumbuhan, yang nanti digunakan dalam pengembangan suplemen diet dan produk perawatan kulit Herbalife.
Tiga studi klinis telah dilakukan dan hasilnya terlihat pada betapa efektifnya Formula 1. Studi klinis tersebut dilakukan di University of California, Los Angeles; University of Ulm, Jerman, dan Seoul University National Hospital, Korea. Hasil penelitian itu menyebutkan bahwa dengan mengganti sarapan dengan Formula 1 terbukti dapat menurunkan berat badan secara efektif. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah The International Journal of Clinical Practice pada tahun 2008 dan dipresentasikan pada pertemuan tahunan The Obesity Society di Phoenix, Arizona, dan di European Congress of Obesity di Geneva, Swiss.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar